Metode Post-Hoc Pairwise T-test – Post Hoc diambil dari bahasa Latin yang artinya “setelah ini”, merupakan sebuah tes yang digunakan untuk mengungkapkan perbedaan spesifik, antara tiga atau lebih kelompok.
Test Post Hoc juga merupakan bagian integral dari ANOVA. Dimana ANOVA (Analysis of variance ) merupakan sebuah analisis statistik yang menguji perbedaan rerata antar grup. Produser uji statistik yang mirip dengan t test ini, pertama kali diperkenalkan oleh Ronald Fisher, seorang ahli statistik.
Berbeda dengan t test, ANOVA memiliki kelebihan yang mampu melakukan pengujian yang lebih dari dua kelompok. Dengan hasil yang signifikan namun tidak mengidentifikasi perbedaan tertentu antara pasangan rata-rata. Dengan menggunakan tes post hoc, maka bisa berguna untuk mengeksplorasi perbedaan antara beberapa kelompok rata-rata, sambil mengontrol tingkat kesalahan eksperimen. Metode post hoc memungkinkan peneliti untuk menemukan perbedaan spesifik dan dihitung hanya jika uji omnibus F signifikan. Dalam hal ini, F menunjukkan hasil akhir dari ANOVA.
Metode Post-Hoc Pairwise T-test di dalam bahasa Indonesia, dikenal juga sebagai Uji BNT (Beda Nyata Kecil). Istilah lainnya adalah uji LSD (Least Significance Different). Kemudian untuk menghitung nilai pada metode ini, bisa menggunakan rumus ini.

Pada rumus di atas, menjelaskan bahwa derajat bebas. Sementara KTG atau Kuadrat Tengah Galat, bisa dilihat dari tabel ANOVA. Untuk dan
merupakan banyaknya data pada kelompok, i maupun j.
Selain uji LSD, masih ada satu uji lain yang banyak digunakan pada Metode Post Hoc Pairewise Test ini, yaitu uji Tukey atau Tukey’s Method. Di kenal juga sebagai Uji HSD (Honestly Significance Difference) atau uji BNJ (Beda Nyata Jujur). Metode ini pertamakali dikenalkan oleh Tukey di tahun 1953.
Pengujiannya sendiri sekilas mirip dengan LSD. Dimana akan ditemukan satu pebanding dan bisa digunakan sebagai pengganti alternatof dari LSD. Untuk uji ini, apabila selisih rata-rata (anggaplah lebih besar) dari BNJ/HSD, maka dua buah populasi bisa dikatakan memiliki rata-rata yang berbeda,. Berikut adalah rumus untuk uji BNJ yang penghitungannya sama dengan uji BNT.

Saat melakukan analasis statistik, Anda tentunya mengharapkan nilai apapun dengan tingkat signifikansi. Beruntungnya, tes post hoc menggunakan pendekatan yang berbeda. Dimana untuk melakukan pengujian ini, Anda bisa menetapkan tingkat kesalahan eksperimen yang diinginkan untuk seluruh rangkaian perbandingan.
Kemudian, uji post hoc akan menghitung tingkat signifikansi untuk semua perbandingan individual yang menghasilkan tingkat kesalahan familywise yang Anda tentukan.
Itu dia sekilas informasi mengenai Metode Post Hoc Pairewise Test yang bisa nampak begitu rumit. Namun sebetulnya metode ini akan jauh lebih sederhana, terutama ketika Anda mempraktikkannya. Semoga bermanfaat dan Anda bisa melakukan analisis dengan metode ini.
Sumber:
https://stats.idre.ucla.edu/stata/faq/faqhow-can-i-do-post-hoc-pairwise-comparisons-using-stata/
https://exsight.id/2-cara-post-hoc-test-uji-lanjut-anova-menggunakan-r-studio/
Jasa Insturmen & Survei
Melayani penyusunan angket atau instrumen untuk penelitian Skripsi Tesis Disertasi. Karena baru pademi survei kami laksanakan dengan sedikit offline lebanyak online.
Bimbingan Tugas Akhir
Menyediakan jasa konsultansi pada awal atau metodologi penelitian Skripsi Tesis Disertasi. Bagian metodologi yang tersulit bagi kebanyakan mahasiswa, sehingga perlu bantuan.
Jasa Olah Data
Kerjaan Menganalisis data penelitian, membutuhkan prasyarat dan aplikasi tertentu. Kemi menerima data Kuanti Kuali dengan analisis Eviews R-Studio Stata Amos Minitab Matlab Lisrel SEM Mplus dll
Translate Abstrak
Abstraksi dari Skripsi Tesis Disertasi mebutuhkan terjemahan ilmiah yang khusus. keunikan dalam kata ilmiah menentukan ketapatan pilihan kata untuk diterima dalam jurnal internasional. 